Robot otonom berbasis Computer Vision yang bekerja bukan di seluruh lahan, tapi tepat di radius satu meter sekeliling setiap pohon sawit piringan tempat pupuk diserap dan gulma paling merugikan.
Piringan sawit adalah area melingkar bersih di sekeliling batang, tempat sebagian besar akar aktif menyerap air dan pupuk. Ketika area ini dibiarkan tertutup gulma, pohon bersaing memperebutkan hara dengan tumbuhan liar di titik yang paling krusial bukan di seluruh gawangan, tapi tepat di zona serapannya sendiri.
Gulma di piringan juga jadi tempat persembunyian hama, menghambat pemupukan manual, dan membuat pemantauan pangkal batang jadi sulit dilakukan. Menjaga piringan tetap bersih adalah salah satu praktik pemeliharaan sawit paling fundamental dan paling sering dikerjakan asal-asalan karena melelahkan.
Empat hal yang membuat pemeliharaan piringan sering terlewat atau dikerjakan tidak presisi.
Mengandalkan tenaga kerja untuk mendangir tiap piringan satu per satu di ribuan pohon, hasilnya tidak konsisten dari satu pekerja ke pekerja lain.
Piringan harus dibersihkan berkala sepanjang tahun, dan biaya ini terus berulang seiring luas kebun yang bertambah.
Penyemprotan herbisida sering dilakukan merata ke seluruh piringan tanpa memperhitungkan berapa persen area yang benar-benar tertutup gulma.
Piringan yang tertutup gulma membuat pupuk yang ditabur tidak sepenuhnya terserap akar, sebagian besar justru diserap gulma di sekitarnya.
SMARTRING bukan robot pemotong gulma SMARTRING adalah robot pemeliharaan piringan presisi. Bedanya bukan di mesin potongnya, tapi di keputusan sebelum memotong: robot ini mengukur dulu, baru bertindak, dan hanya bertindak di area yang benar-benar butuh ditangani.
Robot mengulang siklus ini di setiap pohon sepanjang jalur patroli, tanpa campur tangan manusia.
PRECISION RING · RADIUS ±1 METER
Robot tidak menyapu seluruh gawangan. Begitu pohon terdeteksi, sistem menghitung lingkaran virtual di sekeliling batang, dan seluruh analisis serta tindakan dibatasi ketat pada area ini zona yang benar-benar menentukan penyerapan hara pohon.
Model mendeteksi keberadaan dan posisi batang pohon sawit di dalam frame kamera secara real-time.
Dari titik batang yang terdeteksi, sistem menghitung dan membatasi area analisis hanya pada radius piringan ±1 meter.
Setiap piksel di dalam ROI diklasifikasikan sebagai gulma atau tanah bersih, menghasilkan peta cakupan yang presisi.
Persentase cakupan gulma dibandingkan terhadap ambang batas robot memutuskan bertindak atau lanjut ke pohon berikutnya.
Brush cutter aktif hanya di titik yang terpetakan sebagai gulma di dalam ROI, bukan menyapu rata seluruh piringan.
Gulma yang terpotong langsung dicacah menjadi serpihan halus, tanpa perlu diangkut keluar dari piringan.
Serpihan gulma ditinggalkan sebagai mulsa organik yang menjaga kelembapan tanah dan terurai kembali menjadi hara.
Tidak ada sistem vakum dan tidak ada bak penampung di robot ini desain ini sengaja dijaga sederhana agar bobot robot tetap ringan, daya baterai lebih hemat, dan hasil potongan langsung bermanfaat sebagai mulsa di tempat, bukan limbah yang harus dibuang.
Memetakan praktik pemeliharaan piringan dan validasi kebutuhan lapangan.
Mengumpulkan dan melabeli citra batang pohon serta gulma piringan untuk pelatihan model.
Melatih model deteksi objek dan segmentasi gulma hingga akurat pada kondisi kebun nyata.
Menyusun desain mekanik chassis, sistem pemotong, dan tata letak komponen.
Merakit dan menghubungkan kamera, kontroler, motor, dan brush cutter jadi satu unit.
Uji coba langsung robot di piringan sawit sesungguhnya.
Perbaikan akurasi dan mekanisme berdasarkan temuan pengujian lapangan.
Bertindak hanya pada radius ±1 meter per pohon, bukan menyapu seluruh gawangan kebun.
Analisis cakupan gulma dibatasi ketat pada region of interest di sekeliling batang.
Robot berpindah dari satu pohon ke pohon berikutnya tanpa perlu dikendalikan manual.
Hasil potongan dicacah dan dikembalikan langsung sebagai mulsa organik di piringan.
Setiap keputusan dan riwayat perawatan per pohon tercatat dan bisa dipantau petani.
Menambahkan modul pemupukan presisi begitu piringan selesai dibersihkan.
Memanfaatkan kamera yang sudah ada untuk turut memantau kondisi pangkal batang.
Pemetaan posisi tiap pohon secara presisi untuk navigasi dan pelaporan yang lebih akurat.
Konektivitas jarak jauh agar status robot bisa dipantau tanpa berada di lokasi kebun.
Analisis tren cakupan gulma dan kesehatan piringan dari waktu ke waktu di seluruh kebun.
Dari pembersihan yang menyapu rata, menjadi perawatan yang presisi per pohon. Ini rancangan awal yang kami ajukan untuk dikembangkan lebih jauh sebagai penelitian PKM-KC.